Tuesday, February 15, 2011

Tugas 1 Perekonomian Indonesia


PERKEMBANGAN EKONOMI INDONESIA DI MASA PERUBAHAN

1.         Perkembangan Ekonomi Indonesia
            Setelah merdeka, Indonesia mulai berbenah diri untuk memulihkan perekonomian. Indonesia memerlukan dana yang cukup besar untuk melaksanakan pembangunan. Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, Indonesia berusaha meningkatkan kehidupan masyarakat Indonesia dalam segala bidang. Indonesia menjalin hubungan dengan dunia luar dengan tujuan meningkatkan kegiatan ekspor.
            Pada masa Presiden Soeharto, secara perlahan-lahan ekonomi bangsa Indonesia berhasil dipulihkan. Ekonomi bangsa Indonesia meningkat, bahkan diikuti oleh hubungan ekonomi dengan negara-negara lainnya di dunia, baik dalam bidang ekspor maupun impor.
            Perkembangan ekonomi dan politik pada masa Presiden Soeharto dilakukan melalui Pembangunan Jangka Pendek dan Pembangunan Jangka Panjang. Pembangunan Jangka Pendek mengarah kepada Pembangunan Lima Tahun (Pelita). Sementara itu, dengan terjadinya krisis moneter yang kemudian berkembang menjadi krisis ekonomi, politik, dan bahkan menuju kepada krisis kepercayaan menjadi penyebab jatuhnya pemerintahan Presiden Soeharto (21 Mei 1998). Para pengganti Presiden Soeharto secara berurutan yaitu B.J. Habibie, Gus Dur, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono terus berusaha untuk dapat mengatasi krisis ekonomi yang melanda bangsa dan negara Indonesia.

2.         Demokrasi Ekonomi
            Tingkat perkembangan ekonomi negara-negara yang sedang berkembang menunjukkan adanya keterkaitan antara sistem politik yang dianut dan pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Demokrasi tidak dapat berjalan dengan baik pada suatu negara yang melaksanakan sistem ekonomi tertutup. Negara demokratis biasanya menganut sistem ekonomi pasar. Pada negara-negara yang telah maju perekonomiannya, sistem demokrasi dan ekonomi berjalan dengan baik dan saling mendukung di antara kedua sistem itu.
            Pada negara-negara yang sedang berkembang dan termasuk negara Indonesia, sistem demokrasi dan ekonomi tidak selalu dapat berkembang secara alamiah. Sistem-sistem itu lahir dan berkembang dalam budaya Barat, sehingga tidak semua negara yang menganut sistem demokrasi maka pembangunan ekonominya secara otomatis berhasil. Ternyata sistem demokrasi dan ekonomi Barat banyak ditentang oleh negara-negara lain di dunia seperti negara-negara yang berada di Amerika Latin. Hal ini terjadi pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Pemerintah Indonesia pada masa itu menerapkan sistem demokrasi terpimpin, ekonomi terpimpin, dan sosialisme.
            Sejarah telah membuktikan bahwa jalan yang ditempuh oleh pemerintah Indonesia pada masa itu tidak memberikan hasil, terutama pada tingkat kesejahteraan masyarakat serta tidak berhasil mengembangkan kehidupan demokrasi. Namun, di pihak lain hendaknya juga dipahami adanya keinginan pada waktu itu untuk tidak meneraokan begitu saja konesp-konsep politik dan ekonomi dari luar.
            Para pendiri Republik ini telah melihat perlunya dicarikan jalan yang memungkinkan negara ini dapat berkembang lebih maju di atas cita-cita keadilan sosial. Maka selain pernyataan secara politik bahwa Indonesia merupakan sebuah negara demokrasi, tetapi juga dalam bidang ekonomi bahwa Indonesia menganut paham demokrasi ekonomi,
            Demokrasi ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia secara tegas dirumuskan dalam UUD 1945 Pasal 33. Pada Pasal 33 tersebut dengan jelas tertulis pokok-pokok pikiran bangsa Indonesia mengenai demokrasi ekonomi. Unsur pokok dalam perekonomian yang berdasarkan demokrasi bagi bangsa Indonesia adalah asas kekeluargaan.

3.         Mewujudkan Demokrasi Ekonomi
            Pembangunan ekonomi yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia selama hampir 30 tahun telah menghasilkan banyak kemajuan dan meningkatkan kesejahteraan kehidupan rakyat. Peningkatan pendapatan berjalan seiring dengan peningkatan taraf kecerdasan yang mencerminkan kemajuan pendidikan dan kesehatan bangsa Indonesia. Pertumbuhan ekonomi secara berkesinambungan dipelihara terus dengan rata-rata mencapai 7% per tahun. Hal ini juga menyebabkan terjadinya perubahan ekonomi Indonesia dari ekonomi agraris ke arah ekonomi industri, dari ekonomi yang bergantung pada sumber daya alam menuju ekonomi yang dimotori oleh sumber daya manusia, dari ekonomi pedesaan ke ekonomi perkotaan, dari ekonomi tradisional menuju ke ekonomi modern, dan dari ekonomi yang didominasi negara ke ekonomi dengan peran masyarakat yang lebih besar.
            Dalam bidang perekonomian, Indonesia telah mengalami kemajuan yang sangat besar. Bahkan, Indonesia telah berani mengajak negara-negara di sekitarnya untuk mempercepat terbentuknya perdagangan bebas di wilayah Asia Tenggara dan di wilayah Asia Pasifik. Bangsa Indonesia merasa memiliki kemampuan untuk bersaing dan mengambil manfaat dari berkembangnya kesempatan yang lebih luas. Indonesia tidak merasa khawatir akan kalah bersaing, karena pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah dan bangsa Indonesia telah berhasil melahirkan pelaku-pelaku ekonomi yang kuat dan memiliki daya saing yang tinggi. Hal ini juga memberikan dorongan agar ekonomi Indonesia tetap tegak dan tidak tergoyahkan oleh pesaing-pesaing ekonomi dari bangsa dan negara lainnya di dunia. Namun demikian, ternyata pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mengagumkan itu hanyalah semu belaka. Ternyata fondasi ekonomi Indonesia begitu rapuh ini terlihat ketika krisis ekonomi dan moneter yang melanda Asia tahun 1997 dengan cepat menghancurkan perekonomian Indonesia.

4.         Indonesia di Tengah-tengah Globalisasi Ekonomi
            Memasuki abad ke-21, bangsa Indonesia bertekad untuk kembali menyejajarkan diri dengan bangsa-bangsa lain di dunia yang telah lebih maju ekonominya. namun tekad itu tidak akan ada artinya tanpa upaya untuk mengambil langkah-langkah yang konkret dan benar-benar ingin mewujudkan ekonomi tinggal landas secara lebih merata. Tantangan yang sudah jelas terbentang adalah liberalisasi perdagangan. Di wilayah Asia-Pasifik pada tahun 2010 / 2020 sebagaimana disepakati bersama dalam pertemuan APEC tahun 1994 di Bogor, sedangkan di kawasan ASEAN lebih cepat lagi yaitu tahun 2003.
            Gagasan liberalisasi dalam bidang perdagangan ini menimbulkan kecemasan untuk sebagian orang karena liberalisasi perdagangan itu dipandang akan lebih menguntungkan negara-negara maju. Pada negara-negara sedang berkembang dikhawatirkan dapat menyebabkan ketergantungan pada negara-negara maju semakin tinggi. Hal ini disebabkan negara-negara yang sedang berkembang belum mempersiapkan sumber daya manusia yang dapat diandalkan serta pranata-pranata sosial, politik, dan ekonomi yang belum kokoh.
            Di pihak lain menunjukkan bahwa negara-negara yang menempuh jalan ekonomi bebas dapat tumbuh lebih maju. Bahkan berbagai studi menunjukkan bahwa perdagangan dunia akan dapat meningkat dengan pesat melalui perdagangan bebas. Peningkatan volume perdagangan menyebabkan terjadinya peningkatan produksi dan juga peningkatan lapangan kerja, sehingga dapat pula meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan.
            Perdagangan internasional merupakan pendorong kemajuan yang efektif, yang dibuktikan melalui percepatan proses industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi negara-negara baru, yang berlandaskan strategi ekspor. Masalah yang dihadapi oleh negara-negara yang sedang berkembang termasuk negara Indonesia adalah setuju atau tidak setuju, ikut atau tidak ikut dalam kancah perdagangan bebas. Pada kenyataannya, tidak ada bangsa-bangsa di dunia ini yang dapat memilihtidak ikut, karena hal itu berarti tersingkir dari arus perdagangan dan pergaulan ekonomi masyarakat dunia.
            Dalam hubungan perdagangan internasional menganut asas resiprositas, yaitu kalau ingin sebanyak-banyaknya dan sebebas-bebasnya memasuki pasar orang lain, maka juga harus memberikan kesempatan kepada orang lain untuk memasuki pasar domestik. Makin lama, perbedaan pasar domestik dengan pasar internasional semakin tipis dan kabur. Oleh karena itu, pada akhirnya yang ada hanyalah satu pasar saja.
            Masalah yang harus dihadapi Indonesia bukanlah memperdebatkan prinsip dalam perdagangan itu, namun bagaimana upaya yang hendaknya ditempuh agar dapat memanfaatkan keuntungan yang sebesar-besarnya bagi bangsa Indonesia dan mengurangi kemungkinan terhadap dampak-dampak yang merugikan. Hal ini akan berhasil diatasi oleh bangsa Indonesia yaitu dengan meningkatkan daya saing. Peningkatan daya saing untuk memenangkan pacuan perdagangan di pasar dunia hendaknya didukung oleh beberapa faktor seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi dan penguasaan kelembagaan. Kebijakan-kebijakan ekonomi baik makro maupun sektoral, baik moneter dan fiskal maupun di sektor rill harus serempak dan harmonis mendukung upaya ini. Sehingga ekonomi Indonesia dapat berkembang dengan pesat serta sejajar dengan ekonomi negara-negara yang telah maju.

Sumber :
Badrika, I Wayan. 2006. Sejarah untuk SMA Kelas XII. Jakarta : Erlangga.

Friday, December 24, 2010

Tugas 8 Pengantar Bisnis 1


1.       Dalam bisnis Internasional dikenal 2 transaksi bisnis Internasional, yaitu:
a.       Perdagangan Internasional (International Trade),
b.      Pemasaran Internasional (Internasional Marketing).
Jelaskan apa yang beda kedua transaksi tersebut!

Jawab :
Perbedaannya ialah perdagangan internasional merupakan kegiatan dagang yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan GDP (Gross Domestic Product), sedangkan pemasaran internasional merupakan proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan memberikan informasi mengenai barang dan jasa dalam konsepnya sebagai pemuas kebutuhan dan keinginan manusia.

2.       Coba jelaskan bagaimana tahap-tahap dalam memasuki bisnis Internasional, dimulai dari tahap yang paling sederhana yang tidak mengandung resiko hingga tahapan yang paling kompleks dan mengandung resiko bisnis yang tinggi!

Jawab :
1. Ekspor Insidentil
Tahap ini umumnya terjadi pada saat adanya kedatangan orang asing di Negara kita kemudian dia membeli barang-barang dan kemudian kita harus mengirimkannya ke negeri asing itu.

2. Ekspor Aktif
Bermula dari tahap terdahulu (Ekspor Insidentil) kemudian dapat berkembang terus dan kemudian terjalinlah hubungan bisnis yang rutin dan kontinyu dan bahkan transaksi tersebut makin lama akan semakin aktif. Keaktifan hubungan transaksi bisnis tersebut ditandai pada umumnya dengan semakin berkembangnya jumlah maupun jenis komoditi perdagangan Internasional tersebut. Dalam tahap aktif ini perusahaan negeri sendiri mulai aktif untuk melaksanakan manajemen atas transaksi itu.

3. Penjualan Lisensi
Dalam tahap ini Negara pendatang menjual lisensi atau merek dari produknya kepada Negara penerima. Dalam tahap yang dijual adalah hanya merek atau lisensinya saja, sehingga Negara penerima dapat melakukan manajemen yang cukup luas terhadap pemasaran maupun proses produksinya termasuk bahan baku serta peralatannya.

4. Franchising
Tahap berikutnya merupakan tahap yang lebih aktif lagi yaitu perusahaan di suatu negara menjual tidak hanya lisensi atau merek dagangnya saja akan tetapi lengkap dengan segala atributnya termasuk peralatan, proses produksi, resep-resep campuran proses produksinya, pengendalian mutunya, pengawasan mutu bahan baku maupun barang jadinya, serta bentuk pelayanannya, yang lebih dikenal sebagai “Franchising”.

5. Pemasaran di Luar Negeri
Bentuk ini akan memerlukan intensitas manajemen serta keterlibatan yang lebih tinggi karena perusahaan pendatang (Host Country) haruslah betul-betul secara aktif dan mandiri untuk melakukan manajemen pemasaran bagi produknya itu di negeri asing (Home Country). Lain dengan tahap-tahap sebelumnya maka manajemen pemasaran masih tetap berada dalam tanggung jawab dari perusahaan di negara penerima. Dalam hal itu maka perusahaan itu akan mengetahui lebih pasti tentang perilaku konsumennya yang tidak lain dan tidak asing baginya karena mereka adalah juga orang-orang setempat atau penduduk setempat pula. Lain halnya dalam tahap ini maka pengusaha pendatang yang nota bene adalah orang asing harus mampu untuk mengetahui perilaku serta kebiasaan yang ada di negeri penerima itu sehingga dapat dilakukan program-program pemasaran yang efektif.

6. Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri
Tahap ini juga disebut sebagai “Total International Business”. Bentuk inilah yang menimbulkan MNC (Multy National Corporation) yaitu Perusahaan Multi Nasional. Dalam tahap ini perusahaan asing datang dan mendirikan perusahaan di negeri asing itu lengkap dengan segala modalnya, Ialu melakukan proses produksi di negeri itu, kemudian menjuaI hasil produksinya itu di negeri itu juga dan bahkan mungkin lalu dijualnya ke negara asing lagi sebagai ekspor dari negeri penerima tersebut.

3.       Hambatan apa saja yang ditemui dalam memasuki bisnis Internasional?

Jawab :
a.       Tarif atau bea cukai.
b.      Kuota.
c.       Subsidi.
d.      Muatan lokal.
e.      Peraturan administrasi.

Sunday, November 28, 2010

Tugas 7 Pengantar Bisnis 1

1. Jelaskan dengan singkat konsep pemasaran!
Konsep dari pemasaran ialah bagaimana usaha perusahaan untuk memuaskan kebutuhan konsumen sebagai syarat sosial maupun ekonomi bagi kelangsungan hidup perusahaan.

2. Sebutkan dan jelaskan beda pasar dan pemasaran!
Pemasaran ialah kegiatan perusahaan seperti penjualan, perdagangan, distribusi dan penetapan harga dan sebagainya. Sedangkan pasar ialah tempat bertemunya penjual dan pembeli serta daerah tempat di mana di dalamnya terdapat penawaran dan permintaan yang bertemu untuk membentuk harga.

3. Apa beda kebutuhan dan keinginan berdasarkan konsep inti pemasaran?
Kebutuhan adalah sesuatu yang diperlukan oleh manusia sehingga dapat mencapai kesejahteraan, sehingga bila ada antara kebutuhan tersebut yang tidak terpenuhi maka manusia akan merasa tidak sejahtera atau kurang sejahtera. Dapat dikatakan bahwa kebutuhan adalah suatu hal yang harus ada karena tanpa itu hidup kita menjadi tidak sejahtera atau setidaknya kurang sejahtera. Sedangkan keinginan adalah suatu tambahan atas kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi sehingga manusia tersebut merasa lebih puas, namun bila keinginan itu tidak terpenuhi maka sesungguhnya kesejahteraannya tidak akan berkurang.

4. jelaskan dengan singkat apa yang dimaksud dengan marketing mix!
Kegiatan utama pemasaran atau juga disebut sebagai marketing mix adalah suatu perangkat perusahaan yang terdiri dari 4 variabel yaitu produk, struktur harga, kcgiatan promosi dan saluran distribusi dengan tujuan untuk menentukan tingkat keberhasilan pemasaran perusahaan yang bisa memberikan kepuasan dalam pemenuhan kebutuhan konsumen yang dipilih atau segmen pasar yang dilayani.

Tugas 6 Pengantar Bisnis 1

1. Jelaskan dengan singkat, ada berapa macam sifat produksi yang anda ketahui? (maksimal 4)
a. Produksi Spesifik
Apabila pembeli menginginkan adanya spesifikasi tertentu dari produksi yang diinginkan, sedangkan jumlahnya hanya terbatas maka proses produksi yang dipakai adalah proses produksi pesanan.
Contoh : Poduksi Perhiasan cincin pernikahan, Gaun, Jas.
b. Produksi Standar
Produksi yang menjadi keputusan perusahaan akan mengakibatkan proses produksi yang dipakai akan berbeda dengan proses produksi untuk produksi pesanan, karena perusahaan yang membuat produk standar berarti perusahaan tersebut membuat produk yang ukurannya standar (sama) dan jumlahnya sangat banyak karena bertujuan untuk persediaan maupun dikirim kepada pembeli atau penyalur.
Contoh : Produksi Komputer, Motor, Minuman Kaleng, Snack Ringan.
c. Produksi Terus menerus
Produksi yang membutuhkan waktu yang lama untuk mempersiapkan peralatan dan mesin.
d. Produksi Terputus-putus
Produksi yang terjadi karena sering terhentinya mesin/alat produksi untuk menyesuaikan dengan keinginan produk akhir yang akan diciptakan.

2. Jelaskan secara singkat pengertian produksi secara umum dan secara ekonomi!
Pengertian produksi:
Secara Ekonomi :
Produksi adalah kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk menambah atau menaikkan nilai guna suatu bahan mentah.
Secara Umum :
Produksi adalah kegiatan perusahaan untuk menghasilkan barang atau jasa dari bahan-bahan atau sumber-sumber faktor produksi dengan tujuan untuk dijual lagi.

3. Dalam bidang produksi mempunyai lima tanggung jawab keputusan utama, sebutkan dan jelaskan!
Proses : keputusan yang menentukan proses fisik atau fasilitas yang dipakai untuk memproduksi barang atau jasa.
Kapasitas : menentukan besarnya kapasitas yang tepat dan penyediaan pada waktu yang tepat.
Persediaan : manajer persediaan membuat keputusan-keputusan dalam bidang produksi, menyangkut apa yang dipesan, berapa banyak pemesan, serta kapan pemesanan dilakukan.
Tenaga kerja : manajemen produksi memnentukan dan mengolah tenaga kerja atau sumber daya manusia menempati posisi yang sangat penting.
Mutu atau kualitas : Tanggung jawab produksi yang penting dan harus didukung oleh organisasi atau perusahaan secara menyeluruh.

Tugas 4 Pengantar Bisnis 1

Perbedaan dari:
• Merek : Merek ialah suatu nama, istilah, simbol, atau desain atau kombinasinya untuk memberi tanda pengenal barang atau jasa dari seorang penjual atau sekelompok penjual untuk membedakan dari barang-barang yang dihasilkan oleh pesaing. Merek juga dapat berarti sebagai nama atau simbol yang bersifat membedakan (baik berupa logo,cap/ kemasan) untuk mengidentifikasikan barang/ jasa dari seorang penjual/ kelompok penjual tertentu (David A. Aaker). Merek dapat berupa nama, kata, frasa, logo, lambang, desain, gambar, atau kombinasi dua atau lebih unsur tersebut. Contoh dari merek ialah HP, Microsoft, Intel.










• Nama Merek : Nama merek adalah suatu penamaan yang diberikan oleh seorang produsen, suatu perusahaan atau organisasi dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa dalam produknya agar mudah diingat oleh seorang konsumen atau investor. Contoh dari nama merek ialah Pepsodent, Aqua, Indomie.









• Logo : suatu bentuk gambar atau sekedar sketsa dengan arti tertentu, dan mewakili suatu arti dari perusahaan, daerah, perkumpulan, produk, negara, dan hal-hal lainnya yang dianggap membutuhkan hal yang singkat dan mudah diingat sebagai pengganti dari nama sebenarnya. Contoh dari logo ialah HP, Microsoft, Intel.










• Merek Dagang : merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya. Contoh dari merek dagang ialah McDonald, Texas, dan KFC.











• Hak Cipta : Hak Cipta adalah Hak Khusus yang diberikan negara kepada pencipta untuk mengumumkan atau memperbanyak hasil ciptaannya dalam bidang ilmu pengetahuan atau Hak Ekslusif pencipta atau pemegang Hak Cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu.

Tugas 5 Pengantar Bisnis 1

1. Sebutkan perbedaan dari manajemen dan organisasi!
Organisasi berperan sebagai alat atau wadah sekelompok orang dalam mencapai tujuan tertentu, sedangkan manajemen lebih mengarah kepada pengaturan atau pengelolaan untuk mencapai tujuan tersebut.

2. Mengapa manajemen selalu dibutuhkan dalam setiap aktifitas kita? Jelaskan!
a) Manajemen dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi dan juga tujuan individu yang ada dalam suatu organisasi.
b) Manajemen dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara tujuan, sasaran dan kegiatan yang bertentangan dari pihak-pihak yang berkepentingan dengan organisasi, seperti : pimpinan, pegawai, pelanggan, serikat kerja, masyarakat, pemerintah (pemerintah daerah), dll.
c) Untuk mencapai efisiensi (kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan benar) dan efektivitas (kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan).

3. Apa yang dimaksud dengan prinsip koordinasi itu dan mengapa prinsip tersebut dan perlukah?
Koordinasi adalah proses penyatuan tujuan-tujuan perusahaan dan kegiatan pada tingkat satu satuan yang terpisah dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Pengkoordinasian merupakan fungsi terpenting dalam manajemen karena pengkoordinasian merupakan pengikat, penyeimbang dan penyelaras semua aktifits dan usaha, maka dapat disimpulkan bahwa setiap fungsi manajemen yang lain juga memerlukan suatu pengkoordinasian.
Kebutuhan koordinasi tergantung pada sifat dan kebutuhan komunikasi dalam pelaksanaan tugas dan derajat ketergantungan tiap satuan pelaksanaan. Koordinasi sangat dibutuhkan pada saat pekerjaan yang insidentil dan tidak rutin serta pekerjaan yang tidak direncanakan terlebih dahulu.

Prinsip-prinsip Koordinasi
Karena adanya pembagian tugas/kerja dalam organisasi maka individu-individu atau kelompok-kelompok dalam organisasi merupakan bagian dari organisasi yang masing-masing mempunyai fungsi dan tujuan sendiri - sendiri oleh karena itu perlu dan harus diarahkan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Prinsip- prinsip koordinasi tersebut antara lain :
1. Prinsip kesatuan arah dan tujuan.
2. Prinsip kesepakatan tentang kegiatan atau tindakan yang harus dilakukan masing-masing pihak, termasuk target dan jadwalnya.
3. Prinsip ketaatan dan loyalitas.
4. Prinsip saling tukar informasi kegiatan, hasil yang dicapai dan masalah yang dihadapi.
5. Prinsip saling menghormati, saling percaya dan saling membantu.
6. Prinsip Profesionalitas.
7. Prinsip saling dapat dipercaya.
8. Prinsip Ketepatan penggunaan alat koordinasi.
9. Prinsip Efisiensi
10. Prinsip adanya koordinator atau pemimpin yang menggerakan dan memonitor seluruh pelaksanaan kerjasama dalam organisasi dan mengerti serta mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.

4. Apa yang dimaksud dengan manajer yang efektif dengan manajer yang efisien?
a) Manajemen yang efektif adalah suatu tujuan yang dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sehingga memperoleh hasil yang diinginkan karena telah terorganisir dengan baik dan sesuai dengan jadwal
b) Manajemen yang efisien adalah suatu ukuran keberhasilan yang dinilai dari segi besarnya sumber atau biaya untuk mencapai hasil dari kegiatan yang dijalankan.

5. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi!
Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi ialah fisik, rasa aman, sosial, harga diri, dan aktualisasi diri.

Saturday, October 30, 2010

Tugas Softskill

BAPSI UG adalah Biro yang menangani segala sesuatu yang berkaitan dengan administrasi perencanaan dan sistem informasi yang disediakan oleh Universitas Gunadarma untuk mempermudah seluruh mahasiswanya dalam mencari informasi seputar gunadarma. Fitur-fitur yang terdapat di BAPSI UG di antaranya yaitu:

Home : Fitur ini berisi halaman awal dari BAPSI UG.

About : Fitur ini berisi penjelasan dasar seputar BAPSI UG yang berisi tentang pengertian dari BAPSI UG, fungsi dan wewenang dari BAPSI UG, struktur organisasi BAPSI UG, dan deskripsi tugas dari BAPSI UG.

Download : Fitur ini berisi tentang kontent-kontent Universitas Gunadarma yang dapat diunduh.

Fasilitas TIK : Fitur ini berisi tentang fasilitas-fasilitas seputar teknologi informasi dan komunikasi berbasis internet yang diberikan oleh Universitas Gunadarma.

Helpdesk : Fitur ini berisi pertanyaan, keluhan, atau kritik terhadap BAPSI yang dapat disampaikan melalui sebuah url yang telah disediakan.

Staffsite : Fitur ini berisi rangkuman informasi mengenai staffsite yang dikhususkan untuk para staff / dosen Universitas Gunadarma.

Studentsite : Fitur ini berisi rangkuman informasi mengenai studentsite yang diperuntukkan bagi para mahasiswa Universitas Gunadarma.

UG Hotzone Map : Fitur ini berisi nama-nama lokasi di dalam Universitas Gunadarma yang mendapatkan jangkauan layanan Wi-Fi di beberapa kampus Universitas Gunadarma yang tersebar.

UG On The Press : Fitur ini berisi tentang kumpulan berita-berita ataupun informasi mengenai Universitas Gunadarma yang berada di dalam sorotan publik.

Keunggulan BAPSI UG : memberikan kemudahan kepada mahasiswa Universitas Gunadarma dalam mengumpulkan informasi seputar administrasi perencanaan dan sistem informasi.

Kekurangan BAPSI UG : belum terdapat kekurangan yang berarti karena fasilitas yang diberikan sudah terklasifikasi dengan baik dan benar sehingga dapat mempermudah mahasiswa dalam mencari informasi yang dibutuhkan.

BAPSI UG dapat diakses melalui: http://bapsi.gunadarma.ac.id